Archive for November, 2006

Thursday, November 16th, 2006

tanggal 20 nov 2006, kayaknya ini bakalan jadi hari yang istimewa buat "the real terrorist" Bush , doi bakaln dateng ke indonesia,ga tau ngapain tu orang dateng2 kesini , pastinya ada kepentingan buat Amerika negara yang telah membantai jutaan jiwa yang ga berdosa demi memperdalam cengkraman adi kuasanya di bumi ini.

Mulai dari soir angkot, yang di rugikan oleh di larangnya beroperasi di sekitar istana bogor,komunikasi masyarakat yang kena blokir soalnya takut memicu bom, terus lagi tukang becak yang biasa nongkrong di daerah sekitar istana terpaksa di "cutikan bersama" oleh pemkot setempat buat nyambut kedatangan dedengkot terrorist terbesar ini , terroriet yang sembunyi di balik ketiak bendera merah,putih , biru berbintang ini adalah terrorist terbesar, mbanya terroris, saking ganasnya anak-anak aja di bantai , gile ga tuh, nih orang pantesnya klo mati kaga pake di tanya ama malaikat dulu kali yee..langsung aja di rebus di neraka yang paling dalem.Wallahualam..

yang bikin gue gondok tuh ,pemerintah kita, terlalu menjilat "pantat" amerika gitu , bukannya gue menghina bangsa gue sendiri yah , tapi gue angggap kita tuh "dungu" banget , dulu waktu kunjungan mentri luar negri amerika ,condo lisa kesini emang di kira ga punya kepentingan, sepulang nya si condo, pemerintah kita memberi izin pengelolaan Blok cepu yang kaya akan minyak bumi dan gas kepada exxon mobil yang notabene adalah perusahaan amerika.

So…Apalagi yang di rampok amerika sekarang atas kunjungan bus 20 nov nanti ,jangan2 hukum indonesia pengen di obrak-abrik demi kepentingan amerika,kita musti peka ama nasib saudara kita yang ada di afganistan, palestina, libanon dan belahan bumi yang laennya yang di tindas ama amerika termasuk indonesia juga.

Jadi ga pantes kita nyambut "mbah’e teroris " itu dengan penuh kemuliaan, apakah kita musti menjilat tangan seorang yang pernah membunuh saudara kita, apakah kita mau memuja orang yang telah membuat saudara kita kelaparan , dimana jiwwa solidaritas kita.

gue jadi ga ngerti ………sopir angkot, tukang becak yang nota bene adalah penduduk indonesia harus terasing di negri sendiri….Tanya kenapa?

takut gelap……..

Saturday, November 4th, 2006

pernah baca buku "Atheis" ,  klo ga salah yah …ni klo ga salah loh….karangan achdiat K Mihardja deh , klo ga salah yee..klo salah tolong di koreksi yahhh…
Bukan mau ngomongin si empunya buku ini , tapi gue mau ngutip sedikit cerita yang ada di buku itu, ada satu bagian yang menarik yang bisa di ambil dari cerita ini,tapi tokoh2 nya gue lupa deh soalnya gue baca buku itu pas gue SMA dlu, begini ceritanya ( kaya KISMIS…:D  ) nama dan tokoh berubah coz gue lupa namanya.
"rusli seorang atheis, doi berkunjung ke rumah minto yang taat agama, di desa minto ada kuburan yang di keramatkan yang di yakini ‘berpenghuni’ , dan penghuninya mbah jambrong yang konon makhluk gaib yang di takutin,suatu malam rusli mengajak minto berjalan-jalan keliling desa, sampe lah dia berdiri ga jauh dari makam mba jambrong tersebut, rusli tau klo orang2 desa pada takut mendekati makam itu  apalgi malam . tapi rusli yang seorang Atheis tidak mempercayai adanya alam gaib mengajak minto yang mempunyai pengetauan agama yang cukup,minto awalnya ga mau tapi karena di bujuk oleh rusli akhirnya mendekati makam tersebut,sesaat kemudian minto lari ketakutan sehingga sandalnya tertinggal , rusli yang tidak mempercayai masih di tempat dan menertawakan minto yang lari ketakutan oleh sebab yang ga jelas.
Ke esokan harinya pada siang hari rusli dan minto kembali lagi ke makam tersebut,untuk mencari sandal yang tertinggal, Aneh kali ini minto tidak merasakan ketakutan dan tidak lari seperti malam sebelumnya…Mengapa"
Yup’s…..Itu tadi intisari dari bagian cerita Atheis , tapi sih kalimatnya ga begitu labih Nyastra geto itu sih karangan gue aja , tapi plotnya sama deh. yang jadi pertanyaan ,mengapa minto harus takut kemakam mbah jambrong pada malam hari , tapi pada siang hari  minto berani berlama-lama di dekat makam tersebut….Tanya KEnapa…..? wkakakakaka….
jawaban yang simple dan tidak memerlukan memeras keringat kita yah karena klo malem gelap dan siang itu terang , jawaban tadi cukup simple tapi bermakna.
kenapa dalam gelap minto takut dan dalam terang minto tidak merasa takut , yah karena dalam gelap kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang ada di dalam gelap tersebut dan dalam terang bergitu jelas  semuanya. sebenarnya yang di takutin ama kita itu bukan gelapnya tapi ketidak tahuan kita dalam gelap itu tedapat apa , sehingga kita meras was-was , jadi klo ga mau takut yah harus bawa penerang, sehingga kita bakalan tau apa yang ada dan bakalan terjadi ….
jadi sudah siapkah anda membawa penerang………….Tanya kenapa…….

Beda….Siapa Takut…?

Saturday, November 4th, 2006

Apa karena beda kita harus mematikan jiwa manusiawi kita, kadang perbedaan tidak kita terima sepenuhnya, perbedaan yang searusnya menjadi suatu rahmat malah menjadi momok yang menakutkan buat kita, orang yang mengaku demokrat tidak bisa menerima orang yang berbeda isme sehingga mampu membunuh jiwa kemanusiaannya, orang yang mengaku sosialis yang katanya pemerataan di segala bidang , harus memerangi orang yang berbeda ras dengan memasukan kedalam kamar gas dan membunuh jiwa kemanusiaannya juga,orang yang mengaku liberalisme yang mengkampanyekan kebebasan tapi tidak menerima perbedaan hanya karena berbeda warna bendara,kemudian mengorbankan kembali kemanusiaan, dan orang yang mengaku beragama harus membunuh juga jiwa kemanusiaannya hanya karena berbeda mahzab dan pemimpin.
Gue gak ngerti kenapa kita yang lahir dari tempat yang sama yaitu dari tempat yang gelap harus menjadi seseorang yang memperoalkan perbedaan hanya karena beda warna kulit, gue ga ngerti kenapa kita yang di besarkan sama di Bumi yang sama harus mengumpatkan jiwa kemanusiaan kita hanya karena beda derajat , apa kita harus mempunyai ras dan suku yang sama, apa kita harus mempunyai suku dan bangsa yang sama ,apa kita harus mempunyai pemimpin dan negara yang sama agar jiwa kemanusiaan kita tumbuh.
klo kita perhatiin , alam mempunyai bentuk yang berbeda satu dengan yang laen nya tapi mampu dapat bekerjasama untuk membangun dunia , tulisan yang lu baca juga mempunyai bentuk dan bunyi yang beda , tapi ketika di satukan maka akan membentuk suatu kata, kemudian kata tersebut dapat menjadi suatu kalimat dan kalimat itu dapat di baca karena adanya perbedaan.
coba kita bayangkan jika huruf mempunyai bentuk dan bunyi yang sama , maka dapat di pastikan bahwa peradaban manusia akan musnah, jadi ..siapa yang menerima perbedaan , maka dialah orang yang "besar".